Michael Jackson dan Internet
Kelahiran dan kematian merupakan sebuah peristiwa yang bermakna sebab akibat. Orang yang lahir dan hidup akan mati pada saatnya. Kedua peristiwa tersebut oleh manusia kadang dijadikan sebuah momen dimana kelahiran biasanya akan disambut dengan suka cita sedangkan kematian biasanya dalam suasana sebaliknya. Menarik membaca komentar dari Hadi Nurcahyo di artikel tentang prosesi pemakaman si Raja Pop Michael Jackson yang dimuat di Kompas.com. Dia menuliskan komentar seperti ini :
sewaktu kita dilahirkan, kita menangis sendirian dan orang-orang disekitar kita tertawa. tetapi jangan sampai kalau kita meninggal orang lain tertawa, kita sendiri malah menangis. seharusnya yang benar adalah pada saat kita meninngal, orang lain tertawa dan orang lain menangis (seperti kematian jaco)
Si Raja Pop memang telah meninggalkan keluarga dan para penggemarnya. Ratusan juta atau mungkin milyaran orang menyimak prosesi pemakamannya lewat media elektronik maupun online. Sejak berita kematiannya yang pertama heboh adalah pemberitaan online melalui situs jejaring sosial yang sedang populer seperti Twitter atau Facebook. Twitter mungkin para onliner tanah air kurang begitu populer dibanding Facebook, tapi dibelahan dunia lain sudah menjadi sebuah alat yang ampuh untuk menyebarkan informasi. Facebook sebagai situs jejaring sosial yang menggabungkan beberapa fitur teknologi Web 2.0 juga menjadi tempat untuk menumpahkan segala hal yang berkaitan dengan kepergian si Raja Pop.
Di Indonesia prosesi pemakaman disiarkan langsung oleh lebih dari separuh stasiun televisi nasional. Beruntung sekali menjadi orang Indonesia. Sedangkan bagi para penggemar si Raja Pop dibelahan lain yang tidak terjangkau siaran televisi teresterial atau kabel, dapat mengandalkan teknologi online. Tarqy sendiri mencoba mengikuti prosesi pemakaman via online melalui situs jejaring sosial Facebook lewat CNN Live. Sambil menonton, bisa menyampaikan pesan (status) bersama jutaan jamaah Fesbukiyah yang menonton siaran ini. Walau negara kita masih masuk dalam kategori fakir bandwidth tapi bisa merasakan bagaimana Michael Jackson menguasai internet. Menurut informasi pesan yang disampaikan melalui Facebook – CNN dalam satu menit mencapai lebih dari 6000 status. Dasyat atau malah gila.
Mungkin kalau kematian Michael Jackson tidak di era internet seperti sekarang ini, akan lain kemeriahannya. Sekarang apapun yang berbau mengenai si Raja Pop menjadi buruan para penggemarnya. Tarqy pernah cek di situs video online seperti Youtube, frekwensi pengunjung melihat video lagu Michael Jackson sangat besar atau disitus yang menyediakan download gratis untuk lagu digital format MP3 juga mengalami kenaikan yang tinggi. Entah kalau yang berbayar.
Si Raja Pop sekarang sedang disidang oleh para malaikat, tapi bagi para pengemarnya dia masih hidup atau masih memberikan inspirasi atau semangat. Plus-minus pasti ada dan itu manusiawi. Untungnya dinegara kita berita ini langsung tersamarkan oleh berita hajatan pemilihan presiden untuk 5 tahun kedepan. Dan Tarqy juga nyontreng.
{ 2 comments… read them below or add one }
I really miss Michael Jackson. He is truly the greatest pop singer of the century. Farewell king of pop..
there is no doubt that Michael Jackson is the best ever pop music artist of the Centruy-”.